Kerajaan Durian

Jika kita melihat alam semesta, sungguh beragam bentuk, jenis, rupa, dan corak warna yang hadir di sekitar kita. Tidak ada ciptaan yang sia-sia bagi Sang Maha. Ada miliaran ragam ciptaan-Nya di dunia ini, dan masing-masing memiliki perannya tersendiri. Dengan kemampuan manusia yang terbatas, seringkali muncul pemahaman keliru terhadap ciptaan-Nya yang begitu beragam. Akan tetapi, banyak juga yang menjadikan ciptaan-Nya itu sebagai sumber kebahagiaan yang begitu bermakna.

Sebut saja “Durian”, si raja buah. Sebagian orang tidak suka dengan aroma buahnya yang menyengat. Namun sebagiannya lagi, menjadikan durian sebagai obat. Percaya atau tidak, sebagian besar telah menjadikan “Raja Buah” ini sebagai sumber kebahagiaan. Bagi petani ada kebahagiaan dibalik buah durian yang baru dipanen dengan harganya yang menggoda. Bagi keluarga pecinta durian ada keceriaan yang hangat setelah membelah durian dan menikmatinya bersama-sama di ruang keluarga. Sementara itu, para artisan makanan merasa tertantang kreativitasnya untuk menciptakan variasi makanan dengan bahan dasar durian.

Ada seorang ahli geografi sekaligus pecinta durian yang berasal dari Korea, ia bernama Profesor Eje Kim. Sudah mengunjungi 100 negara di dunia, hingga berlabuh di Asia Tenggara untuk studi Pascasarjana. Seperti mendapat harta karun yang tersembunyi, Eje menemukan durian di beberapa negara yang ia kunjungi diantaranya Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Indonesia. Setiap tempat yang ada duriannya selalu ada orang-orang yang bahagia di sekitarnya. Lain halnya di Korea, buah durian tersedia dalam bentuk yang sudah dikupas dan dikemas dalam wadah plastik menjadi kurang fresh menikmatinya. Menurutnya, durian yang paling lezat adalah durian yang berasal dari tanah Indonesia, yaitu durian Sumatra.

Saking cintanya terhadap durian yang sangat memberikan kebahagiaan untuknya,ia mempunyai yang sederhana, yaitu membangun sebuah kerajaan durian dan menjadi Ratu Durian untuk melindungi durian Indonesia yang dicintainya.

Leave a Reply